Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2015

Generasi Penerus Budaya Jawa

RangkaiInformasi.blogspot.com, Jakarta - Di era modern ini telah berkembang kesenian luar yang mulai masuk dalam jiwa remaja sekarang. Hal ini disebabkan karena para remaja sekarang menganggap bahwa kesenian tradisional adalah budaya yang ketinggalan jaman atau kuno. Oleh karena itu anak remaja jaman sekarang lebih memilih kesenian luar yang lebih modern dibandingkan dengan kesenian tradisional. Akan tetepi masih banyak masyarakat Indonesia yang mau mempelajari kesenian Indonesia, salah satunya yaitu sebuah keluarga Bapak R. Haryono B.A yang masih menjunjung tinggi sebuah kesenian jawa seperti tari dan wayang orang.

Seorang anak perempuan dari keluarga Bapak R. Haryono B.A bernama Qonita Thufailah (12). Qoni sudah mulai menekuni seni tari ini sejak ia berusia 3 tahun, yang berawal mula hanya sekedar mengikuti kedua orang tuanya yang juga berkecimpungan di dunia tari, sehingga jiwa seni yang berada di dalam diri qoni pun mulai muncul dan membuatnya menjadi seorang yang mencintai dunia seni tari ini. Pengalaman yang sudah qoni dapatkan sejak ia berusia 3 tahun hingga sekarang cukup membuatnya mempunyai banyak pengalaman tentang kesenian tari, ia pun mendapat banyak piagam maupun penghargaan dari sebuah kontes kesenian tari tradisional.

Selain seni tari Qoni juga menunjukan sebuah pagelaran wayang orang yang biasa ditampilkan di gedung Baharata Purwa di kawasan Senen Jakarta Pusat. “Untuk kedepannya menjadi penerus kebudayaan tradisional serta bisa selalu melestarikan kebudayaan di Indonesia,” Harap Qoni, Selasa (16/06/15). 

Melestarikan Budaya Jawa di Era Modern

RangkaiInformasi.blogspot.com, Jakarta - Kesenian tradisional sebagai bentuk seni asli komunitas, yang lahir dari I kesejahteraan dan kehidupan sehari-hari. Semata-mata dibentuk oleh kekuatan masa lalu yang selalu dijadikan sebagai sebuah ukuran budaya. Menghasilkan sebuah materi-materi yang tersusun atas narasi tradisi yang lahir lalu berkembang dan dilestarikan oleh masyarakat serta komunitas dalam kurun waktu yang cukup lama.

Di era globalisasi ini, kesnian tradisional sudah terancam keberadaannya. Sudah mulai tergantikan dengan budaya asing yang mulai  berkembang. Tetapi disisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetep eksis. Seperti kesenian tari jawa dan wayang orang sering menggelar pertunjukan kesenian seperti ini masih bisa beradaptasi dengan moderenisasi. Banyak anak remaja juga yang memilih ikut bermain kesenian jawa ini.

Seperti salah satu remaja yang sudah mengikuti kesenian wayang orang sejak usia 3 tahun. “Saya aktif di kesenian ini selain karena ingin mengikuti jejak orang tua, tetapi karena ingin melestarikan budaya tradisional juga.”  Ujar Fadil Naufal Hilmi (16), Jumat (19/06/15). Dengan bergabungnya fadil di kesenian tradisional wayang orang ini, juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengajak teman-temanya melestarikan budaya tradisional. Oleh karena itu, sebagai generasi muda, fadil cukup bangga dapat berpartisipasi dalam melestarikan budaya tradisional jawa.

Perkembangan Budaya Jawa di Era Sekarang dan Era Dahulu

RangkaiInformasi.blogspot.com, Jakarta - Keadaan budaya di jaman sekarang sangatlah jauh berbeda dengan jaman dahulu. Bisa diketahui pada jaman dahulu masyarakat sangat menjunjung tinggi budaya seperti contohnya mereka selalu menyetarakan kebudayaan dalam setiap pagelaran acara di setiap perayaan dan upacara adat istiadat.

Keadaan budaya saat ini bayak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang semakin berkembang, dengan seiringnya arus globalisasi dan pengaruh budaya lain yang saling mempengaruhi, maka bisa membuat masyarakat saat ini lebih cenderung menyukai budaya luar seperti budaya korea yang saat ini sedang marak di gandrungi kaum remaja.

Oleh sebab itu Bapak R. Haryono B.A (86) sebagai seorang budayawan dalam hal ini adalah tari topeng dan pemeran wayang orang menyadari bahwa kebudayan di jaman sekarang sangatlah berbeda pada jaman dahulu. Beliau mulai menekuni kesenian tradisi jawa ini sejak balita, karena hidup di dalam keluarga yang selalu menjunjung tinggi seni tradisi jawa. Oleh sebab itu beliau mulai menyukai segala kesenian tradisi jawa.

“pengalaman yang mengesankan dan yang saya ingat yaitu meneri topeng PENTHUL dengan partner doyok di selingi oleh sebuah lawak di depan Bung Karno sepulang di tahan Pemerintahan Belandadi gedung negara Yogyakarta pada tahun 1948. Sesungguhnya pengalaman yang mengesankan tak terhitung karena masing-masing mempunyai kesan tersendiri, karena seni tradisi jawa ini sangat sukses di desa maupun kota yogya, solo, bahkan Jakarta.” Ujarnya, Rabu (17/06/15).


Harapan beliau untuk kedepanya seni tradisi jawa ini dapat selalu dilestarikan oleh anak muda saat ini dan bisa menjunjung kebudayaan Indonesia tanpa harus adanya unsure pemaksaan, yaitu melainkan timbul dari dalam diri setiap individu.